Larangan Bermain Judi pada Alkitab

Larangan Bermain Judi pada Alkitab. Di dalam agama Islam, bermain judi secara tegas dilarang dalam Alquran dan Hadits. Dampak negatif dari perjudian juga diterangkan dengan gamblang di sana. Bagaimana dengan kitab suci agama lain tentang hal ini? Apakah judi termasuk perbuatan yang dilarang dalam Alkitab, kitab suci agama Kristen?

Dalam Alkitab tidak disebutkan dengan terang-terangan jika judi merupakan perbuatan yang dilarang. Namun, ada beberapa ayat yang dikaitkan dengan sikap ini. Salah satunya termaksud dalam Surat Lukas ayat 15. Di sana disebutkan jika umat Kristiani dilarang untuk memiliki keinginan terhadap hak milik orang lain.

Orang yang berjudi terindikasi memiliki sifat tercela yaitu tamak. Tamak adalah inti dari perbuatan yang diuraikan dalam surat di atas. Perjudian dalam bentuk apa pun selalu menjanjikan keuntungan yang sangat besar. Akan tetapi, para bandar judi tidak memberitahu kepada para penjudi bahwa sebenarnya mereka memiliki peluang yang sangat kecil untuk memenangkan permainan tersebut.

Para pemain judi yang ingin sekali menjadi kaya dengan sukarela akan mempertaruhkan banyak sekali uang dalam perjudian tersebut. Baik pemain ataupun bandar judi memiliki sifat tamak karena ingin mendapatkan uang milik orang lain dengan cara yang sangat mudah.

Dalam Korintus ayat 24 ditegaskan bahwa umat Kristiani tidak boleh mencari keuntungan terhadap diri sendiri, tetapi harus terhadap orang lain. Oleh karena itu, prinsip perjudian Data HK yang menang di atas kekalahan orang lain tentu saja bertentangan dengan ayat di atas.

Keluaran ayat 20 menerangkan larangan bermain berjudi secara tidak langsung dengan kalimat umat Kristiani tidak boleh menginginkan apa pun milik orang lain. Para penjudi sudah pasti berniat untuk menang dan berharap orang lain kalah dan kehilangan uang milik lawan mereka.

Alkitab melarang umatnya untuk tidak mempercayai nasib baik atau keberuntungan. Zaman dahulu di Israel, beberapa orang yang tidak memiliki iman kuat melakukan persembahan kepada tuhan keberuntungan.

Memang banyak sekali dampak positif dari perjudian di beberapa negara. Perjudian resmi terbukti menghasilkan banyak dana yang digunakan untuk program pendidikan, ekonomi, dan program pemerintah yang lainnya. Namun, tetap saja sumber dana berasal dari kegiatan yang jelas-jelas merupakan perbuatan yang egois dan tamak, serta ingin cepat kaya tanpa bersusah payah.

Lalu apa kata Alkitab terkait larangan bermain berjudi bagi umatnya? Dalam Efesus 3 dijelaskan jika ketamakan merupakan salah satu sifat yang harus dihindari pemeluknya. Alkitab juga memperingatkan dalam Timotius 9 bahwa orang yang berniat menjadi kaya tetapi jatuh dalam jerat dan godaan, serta banyak keinginan menyakitkan dan hampa, akan menjerumuskan orang dalam keruntuhan dan kebinasaan.

Dalam Timotius 10 dijelaskan jika orang yang sangat cinta dengan uang adalah orang yang menikam dirinya sendiri dengan banyak kesakitan. Orang yang berjudi karena ingin cepat kaya menjadikan mereka sangat mencintai uang. Sementara dalam Alkitab dikatakan cinta uang merupakan akar atau sumber dari segala macam perkara yang mencelakakan.

Orang yang sangat mencintai uang memiliki rasa kekhawatiran yang berlebihan terhadap kehilangan uang. Pada akhirnya akan membuat seseorang kehilangan iman kepada tuhannya. Sifat dasar orang tamak adalah tidak pernah merasa puas dengan apa pun yang ia miliki sehingga ia tidak pernah merasa bahagia.

Hal di atas seperti yang digambarkan dalam Pengkhotbah 10 tentang larangan dalam berjudi  mengakibatkan orang yang mencintai perak tidak akan pernah terpuaskan dengan perak. Berlaku juga dengan orang-orang mencintai kekayaan, mereka tidak akan pernah puas dengan penghasilan sebesar apa pun yang mereka miliki.

Judi menjadikan orang yang memainkannya menjadi ketagihan dan akhirnya ketamakan mendominasi hatinya. Amsal 21 menegaskan jika warisan yang didapatkan dari ketamakan tidak akan pernah diberkati.

Para pecandu di ujung hidupnya akan terjerat banyak hutang dan akhirnya bangkrut total. Ada juga yang akhirnya kehilangan pekerjaan, pasangan hidup, dan juga teman. Jika umat Kristiani mematuhi perintah tuhan yang tertulis dalam Alkitab, tentu saja mereka akan terhindar dari bahaya perjudian yang menjadikan kehidupan jauh dari kebahagiaan.

Demikianlah larangan berjudi yang tertuang secara implisit dalam Alkitab. Setiap agama pada hakikatnya melarang perjudian karena memiliki dampak negatif yang sangat besar bagi kelangsungan hidup bandar dan juga pemainnya.